tinta hujan itu masih mengalir di kertas tanah berumput. tarian riaknya membawa suatu elegi dingin yang menikam hati membutakan jiwa. kurengkuh segenggam harapan kedalam secuil hatiku.
belaian lembab angin senja itu menyapu wajah kotorku. sejuk meresap mengalir dalam setiap celah kosong di dadaku. pekatnya kabut menambah suramnya jiwa merana dilorong sepi.
dan aku hanya bisa membayangkan wajahnya dibawah remang sorot kejam lampu kota. satu wajah teduh di basahnya awal Desember.
dia gadis sederhana dan dengan kesederhanaanya itu mampu menggenggam dan menyatukan lagi puing kosong yang berserak disetiap sudut jiwaku. memilin dan menjalinnya menjadi suatu rajutan halus. nyaris sempurna.
dia gadis lembut dan kelembutanya itu dia mampu meluluhkan kerak hati yang bernoda.
dia gadis biasa, namun mencintaiku secara luar biasa.
dan aku …
Ditulis oleh aku